
Bagaimana gambaran fashion Indonesia di tahun 2035? Pertanyaan inilah yang menjadi awal dari collaborative project yang dibuat oleh mahasiswa Year 2 Creative Business di ESMOD Jakarta, sebuah tugas yang mengajak mereka melangkah lebih jauh dari tren hari ini dan menatap masa depan industri fashion secara menyeluruh.
Project ini tidak hanya mengangkat satu pembelajaran mata kuliah saja, tetapi dibangun melalui kolaborasi enam mata kuliah antara lain Fashion Trend & Forecasting, Information Technology, Editorial & Storytelling, Fashion Culture, Fashion Supply Chain, dan Consumer Behavior. Setiap mata kuliah berperan sebagai potongan puzzle yang saling melengkapi dalam merangkai satu visi besar, Fashion Indonesia 2035.
Project ini dimulai dari riset dimana para mahasiswa mengamati perubahan sosial, teknologi, ekonomi, politik, industri, hingga perilaku konsumen. Dari sinilah mereka menemukan isu dan peluang masa depan yang kemudian diterjemahkan menjadi arah konsep, nilai, serta solusi fashion yang relevan untuk tahun 2035.

_optimal.webp)
Seiring konsep yang berkembang, para mahasiswa mulai membayangkan peran teknologi di masa depan. Mereka memikirkan bagaimana inovasi secara digital dapat mendukung fashion, bukan hanya sebagai alat produksi, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman dan ekosistem industri. Di saat yang sama, pendekatan dalam editorial & storytelling membantu mereka membentuk brand yang mereka angkat masing-masing, menyusun narasi, dan membuat cerita yang mampu menghidupkan konsep secara emosional dan komunikatif.
Budaya menjadi fondasi penting dalam proses ini. Melalui Fashion Culture, para mahasiswa mencari tahu bagaimana identitas fashion Indonesia dapat berevolusi tanpa kehilangan akar budayanya. Sementara itu, dari sudut pandang Fashion Supply Chain, mereka membayangkan sistem produksi, sourcing, dan distribusi yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman dan kebutuhan masa depan.
Tak kalah penting, suara konsumen masa depan turut menjadi bagian dari cerita. Mahasiswa mempelajari motivasi, nilai, dan ekspektasi konsumen 2035 melalui riset dan survei audiens singkat. Aspek legal dan regulasi yang mungkin memengaruhi skenario masa depan ini juga dicatat sebagai bagian dari pertimbangan konseptual.
Seluruh ide, riset, dan pemikiran tersebut kemudian dirangkai menjadi satu kesatuan dan dipresentasikan dalam sesi exam mereka. Presentasi ini tidak hanya menjadi kesempatan mereka dalam memaparkan konsep, tetapi juga ruang diskusi, di mana setiap project ditanggapi, diuji, dan dinilai langsung oleh para dosen dari masing-masing mata kuliah yang terlibat dalam project ini.
Share to: