

..Politeknik Kreatif Indonesia (ESMOD Jakarta) menyelenggarakan talkshow pada Jakarta Fashion Week 2026 yang berlokasi di Pondok Indah Mall 3, dengan tema “The Legacy of Authenticity: How Education Empowers the Future of Fashion” pada tanggal 29 Oktober 2025 lalu. Sesi ini mengajak kita melihat bahwa legacy dalam fashion bukan hanya soal output berupa desain yang tampil di runway, tetapi juga tentang nilai, proses belajar, dan hubungan yang terbangun selama berkarya. Talkshow tersebut dipandu oleh Rossy Adhystia selaku dosen ESMOD Jakarta sekaligus moderator dalam acara talkshow ini dan menghadirkan empat pembicara dari ESMOD Jakarta yaitu Mega Saffira, peneliti dan dosen ESMOD Jakarta; Marco Sianturi, Kepala Program Creative Business ESMOD Jakarta; Stella Budiarjo, Kepala Program Fashion Design ESMOD Jakarta; serta Larasati Dewangga, alumni ESMOD Jakarta dan pendiri brand Dewangga.
Di awal diskusi, para pembicara membahas mengenai makna legacy dalam dunia fashion. Mereka sepakat bahwa legacy bukan sekadar hasil akhir berupa karya atau koleksi yang memukau, tetapi lebih kepada nilai, prinsip, dan karakter yang tertanam dalam proses penciptaannya. Stella menegaskan bahwa setiap desainer membawa cara berpikir dan sentuhan personal yang menjadi bagian dari identitasnya. Sementara itu, Larasati menambahkan bahwa legacy juga tercermin dari bagaimana sebuah karya mampu memberi dampak positif bagi komunitas serta budaya yang menjadi sumber inspirasi.
Pembahasan kemudian berlanjut ke pembicaraan seputar pelestarian budaya dan craftsmanship. Mega menjelaskan bahwa mempelajari kain tradisional Indonesia tidak hanya tentang mengenali motif atau teknik, tetapi juga memahami cerita dan filosofi yang menyertainya. Marco turut menekankan pentingnya membangun brand dengan menghargai nilai dan proses, bukan sekadar mengikuti tren pasar. Dalam konteks ini, Larasati berbagi pengalaman bekerja langsung dengan para pengrajin lokal, menjadikan proses kreatif sebagai bentuk kolaborasi yang saling mendukung. Dari sini terlihat bahwa keberlanjutan bukan hanya berbicara soal penggunaan material ramah lingkungan, tetapi juga tentang menjaga, merawat, dan melibatkan sumber daya manusia, budaya, dan narasi yang hidup di balik setiap karya.
Memasuki bagian berikutnya, diskusi mengarah pada bagaimana menyeimbangkan idealisme kreatif dengan kebutuhan bisnis. Marco menyampaikan bahwa pemahaman dasar bisnis sangat membantu desainer untuk tetap mempertahankan visi artistik mereka, sekaligus memastikan brand dapat bertahan dan berkembang. Larasati kemudian memberikan contoh nyata dalam pengelolaan Dewangga, di mana ia memadukan nilai budaya dengan strategi bisnis agar karya yang dihasilkan tetap bermakna, relevan, dan berkelanjutan. Dari pemikiran tersebut, tercermin bahwa kreativitas dan pertumbuhan usaha bukanlah dua hal yang berlawanan, melainkan dapat berjalan seiring dan saling menguatkan.
Menjelang akhir sesi talkshow, diskusi masuk ke pembahasan mengenai peran pendidikan dan kolaborasi sebagai bentuk pemberdayaan. Stella menyampaikan bahwa melalui proses belajar misalnya di ESMOD Jakarta, mahasiswa juga diajak untuk menemukan gaya, identitas, dan pesan yang ingin mereka bawa sebagai desainer. Kemudian, Mega juga menambahkan bahwa kerja sama antara sekolah, komunitas, dan industri juga dapat membuka lebih banyak kesempatan untuk belajar dan tumbuh, sehingga sangat didukung keberlangsungannya. Di sini, Larasati juga melihat bahwa brand dapat menjadi wadah sekaligus ekosistem yang memberdayakan para artisan dan perempuan kreatif di sekitarnya.
Sebagai penutup, talkshow ini menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi dari legacy. Fashion akan terus berubah seiring berjalannya waktu, namun perlu diingat bahwa nilai dan kesadaran yang ditanamkan selama proses belajar akan tetap hidup dalam karya dan pilihan yang dibuat oleh para pelakunya, sehingga hal ini dapat memungkinkan legacy dapat dibangun dari orisinalitas, perhatian terhadap detail, dan niat baik untuk memberikan dampak secara luas kepada sekitar.
Dalam kesempatan ini, Politeknik Kreatif Indonesia (ESMOD Jakarta) juga berterima kasih kepada Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 serta Dewi Magazine yang telah mempercayakan ESMOD Jakarta sebagai fashion campus partner tahun ini dan memberikan kesempatan untuk mengisi sesi talkshow ini. Semoga tema yang dibahas pada sesi ini dapat memberikan inspirasi, pengetahuan baru, serta motivasi bagi para pelaku dan calon pelaku industri mode untuk terus berkarya dan berkembang.

Share to: